Selasa, 26 April 2011
Pengalaman Saat Lomba
tak terkecuali saya sendiri...
saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya saat lomba Debate English kemarin Senin 25-April-2011
Saya tidak menduga bahwa lomba dadakan hari senin , saya baru mengetahui hal ini ketika teman 1 tim Debate saya , Alief Patria mengajak chat d Facebook. Sentak saya kaget , namun saya berusaha menyikapinya dengan sikap yang biasa-biasa saja..
Berlanjut ketika kami berangkat , semua rekan saya yang ikut lomba selain debate sedikit marah ketika akan berangkat , berhubung sudah diingatkan guru kami yaitu Miss Nunug atau biasa dipanggil Mem/Mam Nung.
Ketika sampai , entah apa yang menjadi penyebabnya , kami mengalami sedikit kendala , yaitu kertas kwintansi lomba di pegang oleh Bu Yuni ( Pembimbing Akademik / PA saya di sekolah )
Terpkasa kami menunggu beliau , syukurnya semuany tak terlalu lama , dan kami selesai mendaftar.
Saya sudah tak heran dengan acra di Indonesia yang pasti akan ngaret jadi saya menghabiskan waktu menunggu ( berhubung diberitahukan lomba di muali jam 8 , kami tiba sekiat jam 7 lewat 20 menit ) waktu lomba , saya mendengarkan musik favorit saya : Lagu Vocaloid.
Sedikit Hiburan datang , saya dan rekan 1 tim Debate yaitu Alief Patria dan Ikhwal Yupinto bertemu kawan lama kami , Fauzan , ia adalah kawan kami ketika di SD.
Kami sedikit berbincang dengannya , ternyata dia juga ikut lomba Debate. Setelah itu , kami menunggu giliran debate kami yang ternyata dilaksanakan setelah istirahat. Saya pribadi agak kecewa , saya berfikir " kalau tahu jadinya begini , lebih baik saya mengendarai mobil ke sini "
Lanjut cerita , saat debate , lawan kami adalah SMA PRESIDENT , yang cukup terkenal.
Jujur saya sangat deg-degan ketika melihat mereka , sya mengira bahwa English mereka sangat baik. Namun fakta bicara sebaliknya , mereka seperti kami , tidak terlalu fasih.
Setelah Debate kami menunggu hasil debate smapai sore , sedikit bosan dan melihat cuaca sepertiny akan hujan , saya memutuskan untuk pulang dan mengambil mobil ayah saya.
Sadar bahwa jika bersanati akan telat , saya sedikit memacu mobil ayah saya , bersyukur saya sampai saat semuany belum selesai.
Sekali lagi saya menyesal , 1 hari penuh tanpa di sekolah , sia-sialah membawa buku pelajaran hari itu ke sekolah.
Setelah itu , Saya bersama Mam Nung dan Bu Yuni berangkat pulang ( berhubung Siswi SMK juga kut dan tidak memiliki transportasi pulang , maka mereka naik juga ke mobil ayah saya )
Selesai....
Rabu, 09 Februari 2011
Children Should be Taught By Mastres Since Their Early School Lives
Well, why we must do that ?, that may must the first question that split in your mind, allow me give some reason.
FIRST, You know, children is very sensitive in emotion, more you give them scold, they will become more depressed, and it also work for the opposite, more you give them praise, they will become more motivated and energetic to do thing. So to teach them we need someone who really understand children feeling.
SECOND, Children always copy any attitude they see from someone older than them. Especially their parrent. This is nattural thing, but it will become some serius problem if they copy a bad one attitude from someone. So they need to copy a good attitude from early school lives.
THIRD, Children hides a very terrible potential. This potential is only once on live. They still don't understand anything. So it is our work to make them smart and have good attitude.
So, afterall reason above, i suggest to every parrent this :
-> Do not scold your children too musch, it will make them depressed adn think everything they do is false.
-> Always show a good attitude in front of your children. Because, they will copy it and will use it in their entire life.
-> You must make your children get in playgroup since 2 years old, and then continue it until university. in note, the one who taught in playgroup is someone already magister, doctor, or proffesor.
Jumat, 03 Desember 2010
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
- erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam
- lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
- gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah
- gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
- getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
- berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Global warming is the increase in the average temperature of Earth's near-surface air and oceans since the mid-20th century and its projected continuation. According to the 2007 Fourth Assessment Report by the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), global surface temperature increased 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) during the 20th century. Most of the observed temperature increase since the middle of the 20th century has been caused by increasing concentrations of greenhouse gases, which result from human activity such as the burning of fossil fuel and deforestation. Global dimming, a result of increasing concentrations of atmospheric aerosols that block sunlight from reaching the surface, has partially countered the effects of warming induced by greenhouse gases.
Climate model projections summarized in the latest IPCC report indicate that the global surface temperature is likely to rise a further 1.1 to 6.4 °C (2.0 to 11.5 °F) during the 21st century. The uncertainty in this estimate arises from the use of models with differing sensitivity to greenhouse gas concentrations and the use of differing estimates of future greenhouse gas emissions. An increase in global temperature will cause sea levels to rise and will change the amount and pattern of precipitation, probably including expansion of subtropical deserts. Warming is expected to be strongest in the Arctic and would be associated with continuing retreat of glaciers, permafrost and sea ice. Other likely effects include changes in the frequency and intensity of extreme weather events, species extinctions, and changes in agricultural yields. Warming and related changes will vary from region to region around the globe, though the nature of these regional variations is uncertain. As a result of contemporary increases in atmospheric carbon dioxide, the oceans have become more acidic, a result that is predicted to continue.
The scientific consensus is that anthropogenic global warming is occurring.Nevertheless, political and public debate continues. The Kyoto Protocol is aimed at stabilizing greenhouse gas concentration to prevent a "dangerous anthropogenic interference". As of November 2009, 187 states had signed and ratified the protocol.